Ledakan Tabung gas 50 kg Dapur Jamtos, Enam Orang Luka Bakar, indikasi kelalaian menejemen jadi sorotan. 

JAMBI — Suasana malam di sekitar Jambi Town Square (Jamtos) mendadak berubah menjadi kepanikan. Dentuman keras dari area dapur terdengar pada Selasa (22/9/2026) malam, disusul teriakan meminta pertolongan.

 

Peristiwa yang terjadi di area dapur Jamtos, Jalan Lorong Hasanah, RT 01, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, itu mengakibatkan enam orang mengalami luka-luka. Para korban terdiri dari empat karyawan dan dua warga sekitar. Seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan dilaporkan tidak ada korban meninggal dunia.

 

Ledakan tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran gas. Informasi awal menyebutkan terdapat dua tabung gas berukuran 50 kilogram di lokasi, dan salah satunya diduga mengalami kebocoran hingga memicu ledakan. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

 

Dentuman Disusul Teriakan Minta Tolong

 

Warga yang berada di sekitar lokasi menjadi saksi kepanikan sesaat setelah ledakan terjadi.

 

Menurut keterangan warga tersebut, bagian dapur mengalami kerusakan setelah ledakan. Kondisi di sekitar lokasi juga sempat berantakan akibat peristiwa tersebut.

 

Sejumlah laporan menyebut warga bahkan mendengar lebih dari satu suara ledakan. Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian sebelum hingga sesaat setelah ledakan berlangsung.

 

Informasi lain yang dihimpun polisi menyebut adanya laporan mengenai bau gas di sekitar area dapur sebelum kejadian.

 

Kapolsek Kota Baru AKP Riko Saputra mengatakan, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh teknisi. Saat proses pengecekan berlangsung, diduga telah terjadi penumpukan gas di dalam ruangan.

 

“Indikasinya ada kebocoran gas. Warga melaporkan ke sekuriti sudah beberapa hari ada bau gas. Kemudian sekuriti memanggil teknisi. Saat dalam ruangan gas sudah menumpuk, ada tiga orang di dalam. Begitu sekuriti keluar terjadi ledakan,” ujar Riko, kutipan iNews.

 

Saat ledakan terjadi, tiga orang disebut berada di dalam area dapur dan kemudian mengalami luka. Enam korban secara keseluruhan selanjutnya mendapat pertolongan medis.

 

Pasca-ledakan, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi. Tim INAFIS bersama Satreskrim Polresta Jambi diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Dua tabung gas yang berada di lokasi juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

 

Kapolsek Kota Baru AKP Riko mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil olah TKP untuk memastikan penyebab kejadian.

 

“Kita sudah mengamankan dua tabung gas, saat ini kita masih menunggu hasil olah TKP,” kata Riko.

 

Polisi juga memasang garis pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan proses pemeriksaan dapat berlangsung. Penyebab pasti ledakan, termasuk sumber kebocoran dan rangkaian peristiwa yang mendahuluinya, masih didalami.

 

Peristiwa ini turut menyoroti pentingnya sistem keselamatan pada area yang menggunakan gas dan beraktivitas dengan sumber panas, terlebih lokasi tersebut berada di lingkungan pusat perbelanjaan.

 

Sejumlah aspek keselamatan tentu menjadi bagian yang relevan untuk diperiksa dalam penyelidikan, termasuk kondisi instalasi gas, prosedur penyimpanan dan penggunaan tabung, sistem deteksi kebocoran, alarm kebakaran, ventilasi serta ketersediaan dan fungsi alat pemadam api ringan (APAR).

 

Namun, apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan dalam peristiwa tersebut, hal itu belum dapat disimpulkan. Jawaban mengenai persoalan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.

 

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Pihak pengelola Jamtos juga belum memberikan keterangan resmi yang dapat menjelaskan secara menyeluruh mengenai kronologi maupun sistem keselamatan di area dapur tersebut.

 

Ledakan yang berlangsung singkat itu kini menyisakan sejumlah pertanyaan. Dari mana sumber kebocoran gas, bagaimana gas dapat terakumulasi hingga memicu ledakan, dan mengapa lambatnya penanganan setelah mendapat laporan dari warga sebelumnya serta apakah seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan, menjadi bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *